Surat Dari Ayah Untuk Jhulia [CERPEN]
/
0 Comments
Ditopik kali ini, gue akan membahas sebuah kisah menarik... sebuah kisah yang mungkin orang lain gak akan tertarik. tapi buat gue, hal ini sangat menarik ! :D
Kisah Ini dimulai dari seorang gadis kecil bernama 'Jhulia'. seorang gadis kecil yang memiliki latar belakang yang sangat tragis. ia hanya hidup disebuah panti asuhan sejak kecil. ia tidak pernah mengenal sosok kedua orang tuanya atau bahkan ayahnya. ia memiliki kemampuan dan kepandaian yang luar biasa yang diakui orang sekitarnya, atau bahkan ditakuti.
Perjalan pahit dunia percintaan, dan bahkan kehidupan yang ia jalaninya, hampir membuatnya depresi, berdarah dingin, mengucilkan dirinya sendiri dan kepandaiannya dimanfaatkan oleh berbagai macam orang busuk disekitarnya.
Hingga ketika ia telah berumur 19 tahun, ia mendapatkan sebuah surat yang diberikan oleh pengasuhnya yang diketahuinya adalah kebenaran tentang ayahnya. secarik kertas lusuh berdebu yang ia dapatinya dan menagis ketika membacanya, surat tersebut berisi ;
Kisah Ini dimulai dari seorang gadis kecil bernama 'Jhulia'. seorang gadis kecil yang memiliki latar belakang yang sangat tragis. ia hanya hidup disebuah panti asuhan sejak kecil. ia tidak pernah mengenal sosok kedua orang tuanya atau bahkan ayahnya. ia memiliki kemampuan dan kepandaian yang luar biasa yang diakui orang sekitarnya, atau bahkan ditakuti.
Perjalan pahit dunia percintaan, dan bahkan kehidupan yang ia jalaninya, hampir membuatnya depresi, berdarah dingin, mengucilkan dirinya sendiri dan kepandaiannya dimanfaatkan oleh berbagai macam orang busuk disekitarnya.
Hingga ketika ia telah berumur 19 tahun, ia mendapatkan sebuah surat yang diberikan oleh pengasuhnya yang diketahuinya adalah kebenaran tentang ayahnya. secarik kertas lusuh berdebu yang ia dapatinya dan menagis ketika membacanya, surat tersebut berisi ;
Semenjak hari itu, Jhulia berubah. orang-orang disekitarnya menjadikannya sebuah panutan yang patut di tiru. contoh yang sangat baik bagi orang disekitarnya, ia terus berjalan sendiri tanpa henti meski banyak halangan yang menjumpainya. dan semua orang disekitarnya, berjalan mengikuti langkahnya. ia sangat pandai mengatur sebuah strategi, memecahkan berbagai macam masalah, dan seluruh waktunya, ia pergunakan untuk mempelajari berbagai macam hal, serta memperkuat keyakinanya..."Hai anak ku . .Kau pasti sekarang sudah dewasa. Aku Adam, ayah mu..Aku selalu berharap kita berdua dapat berbincang-bincang bersama disebuah taman dan ditemani secangkir cokelat panas, berlari dibawah sinar mentari, dan pergi berbelanja hal yang kau inginkan.. sayangnya, Dunia berkata 'Tidak'.Kau telah menyadarinya bukan .. ?Bahwa, dunia ini benar-benar hanya sebuah ilusi. dan bukan sebuah tempat yang menerima mu. Kesendirian yang kau jalani selama bertahun-tahun, telah membuat mu sadar apa arti dari kehidupan ini.Kau menikmati apa yang telah ku wariskan pada mu ?, Sepertinya tidak..Apa kau sudah menemukan Tuhan seperti yang mereka bicarakan ?, Sepertinya tidak..Apa kau sudah mendapatkan Cinta seperti yang mereka bicarakan ?, Sepertinya juga tidak..Alasan ku meninggalkan mu adalah karena aku bukan seorang ayah yang baik. Aku menggunakan semua anugerah yang diberikan-NYA untuk hal yang tidak seharusnya dan tidak disukai-NYA. Mungkin ia berpikir bahwa manusia memang tidak pantas memiliki dan menerima anugerah ini dari-NYA. Kemudian aku mewariskannya kepada mu untuk membuktikan kepada-NYA, bahwa tidak semua manusia itu sama. dan kau mampu membuat-NYA bangga.Ya, dialah Tuhan mu. dan anugerah yang diberikan-NYA adalah Waktu. Aku gagal dan mensia-siakan hal tersebut sampai tak terasa hal itu telah habis. Jika kau membaca pesan ini, kau hampir mensia-siakan setengah dari Anugerah tersebut.Mulai sekarang, berhentilah mencari Cinta seperti yang mereka bicarakan ..berhentilah menemukan Tuhan seperti yang mereka bicarakan..dan mulailah, Mencitai mereka yang membicarakan..dan percayalah, bahwa kau sudah menemukan Tuhan yang mereka bicarakan..Berjalanlah seorang diri.. jangan menunggu mereka..Karena, kita kau merasa sendiri.. maka kau akan sadar, Betapa bergunanya diri mu..Aku akan menunggu mu di ujung sana.. pergunakan anugerah-mu itu sebaik-baiknya. bukan seberapa banyak waktu yang kau miliki.. tapi, seberapa bermanfaatnya waktu yang kau gunakan.pegunakanlah warisan yang telah ku berikan.ku wariskan kau kepandaian ku... kendalikan kepandaian mu.. jangan sampai kepandaian mu yang mengendalikan mu.. atau kau akan berakhir sama seperti ku. Ku harap kita akan bertemu di ujung sana, Cinta, Pikiran dan Keyakinan adalah 3 elemen yang kau butuhkan untuk sampai ke depan sana.dan ingat,Tidak ada jalan buntu yang akan kau temui. yang ada hanya, ketakutan mu untuk melangkah~Salam,AdamAyah mu.."