Mari Kita Renungkan
/
2 Comments
PERNAHKAH kalian berpikir.. tentang, Apa yang telah kita lakukan selama ini ?. tentang, Apa yang kita dapati selama ini ?. terkadang kita tidak pernah menyadari atau menganggap 2 point itu adalah hal yang sepele..., termasuk gue sendiri.
Beberapa hari ini, gue mendapatkan pelajaran yang berharga setelah memperhatikan serta membandingkan diri gue dengan orang lain (khususnya orang yang terdekat). gue kurang bersyukur. itu point yang gue dapet setelah bercermin dan membandingkan diri gue. gue punya seseorang yang udah gue anggap sebagai Abang gue. Namanya Abi, dia satu kantor bahkan 1 team dengan gue (Gue, Roy, Abi, dan Angga SI RAJA TIDUR) dia udah berkeluarga dan punya anak masih balita 1 (yang pasti istrinya juga 1 ). Awalnya, dia itu orang yang fit, kreatif, bukan perokok, semangat, dan selalu menolong temannya (termasuk gue). Namun saat ini, dia terbaring tak berdaya setelah 4 hari dirawat di Rumah Sakit Bersalin.katanya sih dia Darah Tinggi. dia bercerita, tubuhnya membengkak .. dokter bilang kalau racun dalam tubuhnya itu 2x lipat diatas normal. dia sangat menderita dengan kondisi tersebut. bahkan untuk makan saja ia tidak dapat merasakan apapun dan tidur tidak pernah nyenyak, larangan makan ini itu banyak banget, berdiri saja tidak mampu. hanya terbaring bagaikan orang lumpuh.
Semua orang bertanya-tanya dan terkejut atau tidak menyangka-nyangka ia dapat menderita penyakit seperti itu. namun apa daya, lagi-lagi Kehendak Tuhan. Anak dan Istrinya sangat khawatir dengan kondisinya. semua orang juga demikian. ia berjuang dengan kondisinya selama 2 bulan. sampai pada hari ini, kondisi dia membaik dan memiliki kesempatan hidup dengan memilih 2 alternatif penyembuhan.
1. Cuci Darah
2. Terapi
dan Abi memilih untuk menjalankan Terapi dibandingkan harus Cuci Darah seumur hidup. dia akan pulang ke kampungnya untuk menjalankan pengobatan yang harus ia lakukan meski ia percaya bahwa kemungkinannya hanya 50%. tapi, dia orang yang optimis. dan saat gue, Roy, dan Angga ngejenguk dia, gue bertanya ;
Aji : Pak Abi.. kenapa lu kondisi begini masih mikirin kerjaan ? lu harusnya fokus dengan kondisi lu kan?
Abi : Aku cuman ngerasa gak enak sama orang kantor. bagaimanapun , aku punya tanggung jawab sebagai karyawan kan . .. ?
Aji : Iya.. tapikan..!
Abi : Kamu denger nih ya.. aku pernah berpikir kaya kamu saat aku masih seumuran kamu.. makanya aku gak pernah marahin kamu kalo jarang masuk kantor atau main mulu.. karena aku pernah di posisi kamu. tapi, setelah berkeluarga.. kamu pasti bakal ngerti maksud aku..
gue cuman terdiam . . .
Abi : Kamu jangan menyia-nyiakan waktu.. orang sakit aja mau sehat dan bisa kerja lagi.. mupung kamu masih sehat.. kamu harus manfaatin waktu-waktu kamu ini untuk hal yang positif..
gue cuman terdiam . . .
Abi : Kalau aku sembuh nanti dan balik lagi kesini, aku mau kita semua masih satu team.. karena kita udah kompak.. kamu udah aku anggap adik aku.. jaga diri kamu.. kerja yang bener yah.. terus berkarya.. kamu kan pinter bisa ngelakuin apa aja.. aku aja sebenarnya iri sama kamu..
Jujur gue menetas air mata saat itu (soalnya kebetulan saat dramatis itu berlangsung, hape gue lowbat padahal lagi bbman sama bokin gue). setelah kita bertiga pulang, saat gue dirumah gue bepikir dan merenung.. Kenapa gue tidak pernah menyadari dan selalu merasa tidak puas dan selalu menyia-nyiakan waktu gue?. itu karena gue selalu melihat ke atas... jarang menoleh ke depan, ke samping serta ke belakang dan ke bawah. bahwa pada dasarnya, masih banyak orang yang di bawah kita yang lebih menderita dan ingin seperti kita.
"Terkadang hidup itu memang butuh sedikit sentilan agar kita tersentak dan membuka mata kita. dan terkadang hidup itu, tidak hanya mengandalkan orang lain meski kita tercipta untuk tidak hidup sendirian. kita harus bisa mengandalkan diri kita sendiri. dan ketika orang lain tidak ada buat kita, jangan pernah marah kepada mereka. tapi berpikirlah apa yang harus kita lakukan dan berpikirlah, apa kita pernah Ada di saat mereka membutuhkan kita. dan terkadang, kesendirian membuat kita sadar betapa bergunanya diri kita."
Sebuah sentilan kembali menghentak gue dan membuat gue membuka mata kembali ketika gue tertidur (buta akan kehidupan). gue cuman bisa berdoa semoga Abi bisa kembali sehat dan kembali beraktivitas bareng-bareng lagi. makan bareng, main bareng, nonton film bareng, becanda bareng, capek-capek'an bareng, seneng-seneng bareng (tapi mandi gak bareng).
buat kalian yang telah merasa sempurna dan Lebih dari gue.. gak perlu di tanggapi semua tulisan gue ini.. karena gue tidak memaksa untuk lu mengetahui hal ini. . . .
wiiihhh bisa bener juga yaah otakk looh :'D yang sabar yaah ki... turuut berduka juga
BalasHapussetujuu.. bener banget tuh! :)
BalasHapus